Oleh : Kezia Mutiara Gavena, Muhammad Zainudin Akbar

Foto oleh : Muhammad Zainudin Akbar

Kebakaran terjadi di gedung A Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS), tepatnya di Ruang Sidang 1, pada Kamis, 7 Juli 2022. Gedung yang Sebelum kebakaran, ruangan tersebut digunakan untuk briefing persiapan pelaksanaan ujian Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Menurut keterangan Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum., awal mula para civitas academica mengetahui adanya kebakaran adalah ketika salah satu staf hendak mengecek pelaksanaan ujian PPG. “Itu asap tiba-tiba sudah banyak, kemudian (staf tersebut) berteriak untuk meminta semua orang untuk keluar. Yang berada di lantai 2 karena asap sudah di atas, ada yang memecah kaca tetapi sudah dibawa ke rumah sakit. Api mulai terlihat jam 8 pagi,” ujar Jamal.

Penyebab pasti dari kebakaran hingga berita ini ditulis belum diketahui, namun yang diduga menjadi penyebab cepatnya api menyebar adalah bahan material karpet ruang sidang yang mudah terbakar. Tim pengawas ujian PPG yang sebelum kejadian sempat melakukan briefing di tempat kejadian mengaku tidak melihat keanehan apa-apa di ruangan sebelum kejadian. “Setelah briefing selesai ruangan (dalam keadaan) kosong, semuanya masih terlihat aman ga keliatan tanda apa-apa, pemicunya dari situ tiba-tiba ada asap kita gatau,” ujar Kepala Prodi PPG, Dr. A.G. Tamrin, M.Pd., M.Si. Setelah api berhasil dipadamkan, pihak Kepolisian Sektor Jebres Surakarta segera melakukan investigasi terkait penyebab pasti dari kebakaran.

 

Foto oleh : Muhammad Zainudin Akbar

Dalam kejadian ini, tim Pemadam Kebakaran Kota Surakarta mengerahkan enam unit mobil pemadam kebakaran untuk memadamkan api. Selain itu, diperlukan waktu kurang lebih satu jam untuk menjinakkan api serta mengevakuasi korban dari dalam gedung. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun beberapa mahasiswa dan dosen mengalami luka akibat pecahan kaca sebagai usaha menyelamatkan diri dan sesak nafas akibat menghirup asap yang berlebih.

“Salah satunya ada Pak Bayu Andra Kusuma salah satu dosen pengawas, dan ada lagi dari staff IT saya yang waktu kejadian berusaha membuka jalan buat menyelamatkan diri akhirnya terlalu banyak menghirup asap,” jelas Tamrin. Dua orang korban luka-luka telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Selain itu, belum diketahui kerugian materi akibat kejadian ini. Selain itu, tutur Jamal, jaringan listrik pada FKIP juga dimatikan, dan hal ini tidak akan mempengaruhi fakultas atau unit lain di UNS karena jaringan listrik tiap fakultas dan unit berbeda.

Foto oleh : Muhammad Zainudin Akbar

Akibat kejadian ini, pelaksanaan ujian PPG yang mulanya dilaksanakan secara daring dengan peserta sejumlah empat ratus orang, dan pengawas sejumlah 56 orang yang mengawasi secara luring harus ditunda dan dipindahkan pelaksanaannya ke Unit Pelaksana Teknis Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Sebelas Maret (UPT TIK UNS). “(Ujian PPG) sesi 1 ditunda, sesi 2 tetap dilakukan tetapi pelaksanaannya di UPT TIK,” jelas Jamal.

Pihak fakultas melalui Jamal menghaturkan rasa terima kasih kepada Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surakarta. “Dekan (FKIP) mengucapkan terima kasih kepada Pemadam Kebakaran Kota Surakarta yang secara cepat sudah memadamkan api di sebagian ruangan gedung A FKIP dengan enam mobil pemadam kebakaran.” ujar Jamal.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *