Oleh: Salwa Nabila

 

Sumber gambar: https://www.instagram.com/p/CRysFr1B6Z-/

Aubrey Cressida merupakan seorang wanita yang sangat cantik dan banyak disukai lelaki. Ia mempunyai perangai yang sangat baik, penyayang, dan peduli kepada orang lain bak seorang peri tanpa sayap. Kulitnya putih dan bersih bagaikan seperti kulit bayi. Lekuk tubuhnya yang ideal dengan pinggang semutnya menunjukkan bahwa ia sangat mencintai tubuhnya dengan rutin berolahraga.

Untuk seorang wanita karir, di usianya yang beranjak 27 tahun, bisa dibilang Aubrey sudah cukup sukses dan stabil dari segi pendapatan. Ia bekerja di sebuah perusahaan majalah fashion ternama di Kota Hundei, Estella Nova. Jabatannya sebagai fashion journalist sangat sesuai dengan hobinya, yaitu menulis.

Pagi ini, sang mentari sedang rikuh tuk bersinar. Embun pagi yang menyeruak membuat suasana menjadi redup dan dingin. Selimut berwarna abu-abu dan bercorak nanas masih membalut tubuh Aubrey. Setengah sadar, Aubrey membuka handphone miliknya dan  menemukan sebuah puisi.

Cinta itu kotak, adil di tiap sisinya. Cemburu itu segitiga, tajam di tiap sisinya. Rindu itu lingkaran, tak berujung. Puisi karya Raditya Dika ini telah membangunkannya dari rasa kantuk yang tak tertahankan.

Hari Minggu kali ini terasa cukup dingin. Segelas caramel macchiato panas akhirnya menjadi jalan keluar Aubrey untuk memulai hari. Ia menggerai rambut indah sepunggungnya. Rambut hitam legam yang diombre dengan warna coklat tua dan  bergelombang sempurna di bagian bawahnya.

Aubrey tinggal seorang diri di sebuah apartemen yang lumayan nyaman dan luas di pusat Kota Hundei. Ia bergegas membuka jendela yang berlatar perkotaan itu. Tangan kirinya membidik ke langit biru yang bertabur awan, seraya hatinya bergulat dengan sesuatu yang berada pada masa lalu.

Aubrey pernah menjalin hubungan selama dua setengah tahun bersama Apollyon Dedrick, seorang CEO kaya raya blasteran Indonesia-Belanda. Pria yang suka memakai balutan suit berwarna navy, membuat tubuhnya yang berkulit sawo matang itu makin terlihat maskulin, elegan, dan simpel.

Apollyon adalah tipe pria yang sangat manipulatif, posesif, dan agresif. Selama menjalin hubungan bersamanya, Aubrey selalu mengalah karena setiap ucapan yang ia katakan akan menjadi bumerang bagi dirinya sendiri.

Sesuai dengan namanya, Apollyon yang berarti sang penghancur. Saat terjadi perdebatan, Apollyon pasti akan menghancurkan barang-barang yang ada di sekelilingnya. Hal itu membuat kondisi psikologis Aubrey menjadi terganggu karena  merasa tertekan dan terancam ketika Apollyon tidak bisa mengendalikan emosinya. Tetapi saat itu, ia dibutakan oleh rasa cintanya kepada Apollyon, sehingga Aubrey menutup telinga ketika mendengarkan nasihat teman-temannya untuk mengakhiri hubungan itu. Dan, Aubrey selalu menyangkal bahwa ia dan kekasihnya sudah mengarah dalam hubungan yang tak sehat, karena ia juga merasakan bahagia ketika bersama Apollyon.

Hubungannya bersama Apollyon kandas tatkala muncul gosip simpang siur yang menyebutkan Aubrey telah berselingkuh dengan teman sekantornya. Salah satu alasan yang sontak membuatnya marah dan kecewa karena Apollyon lebih memilih percaya perkataaan orang-orang dibandingkan perkataannya. Terhitung sudah dua tahun sejak Aubrey dan Apollyon memutuskan untuk berpisah dan melanjutkan hidup masing-masing.

Namun, hingga saat ini Aubrey masih selalu teringat tawa dan tangis mereka bersama. Mungkin, kenangan sederhana inilah yang menjadikan hubungannya dengan Apollyon terkadang masih teringat di benaknya. 

Memang, perasaan seseorang pasti berubah seiring dengan banyaknya luka yang ia terima. Perasaan Aubrey tidak akan sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, meski dalam perjalana sering kali disuguhkan dengan munculnya beberapa reka adegan perihal kenangan, perasaan yang sudah hancur berantakan tidak akan pernah bisa kembali seperti sedia kala. Dan luka-luka yang sembuh, barangkali telah mendatangkan banyaknya keikhlasan atas kata maaf, tetapi tidak bisa mengembalikan perasaan yang pernah dikecewakan.

Perihal perasaan, perihal ia yang hancur juga lebur, tak akan lagi bisa kembali seperti sebelumnya. Dahulu, ia sangat keras mempertahankan seseorang yang membuatnya bahagia agar tetap di sampingnya. Namun, ia juga merasa seperti tidak ada yang melihatnya apa adanya, tak ada yang bertanya tentang dirinya dan apa yang diinginkannya. Keinginannya sederhana, ia hanya menginginkan seseorang yang menanyakan, “Bagaimana harimu?” di penghujung hari yang sering terasa penat itu. Sapaan hangat dengan berbagai pertanyaan seperti itu saja mampu menciptakan kehidupan dengan pemikiran yang lebih positif dan menyenangkan.

Ting tong!

Suara bel yang berbunyi telah menyadarkan Aubrey dari lamunannya. Ia segera berjalan menuju ke arah suara itu berasal.

“Iya, sebentar,” teriak Aubrey sambil bergegas membukakan pintu apartemennya.

“Kale?” sapa Aubrey dengan menunjukkan wajahnya yang sedikit terkejut.

Kale yang memakai kaos oversize berwarna hitam, abu-abu, dan putih dari merek Balenciaga dengan padanan celana denim menunjukan gaya berpakaian santai dan terlihat bagaikan seorang street styler. Model potongan messy hair cut juga menambah kesan tampan untuk seorang pria 29 tahun ini. Parasnya yang tinggi, berotot, dan berkulit putih dapat membuat para wanita yang ditemuinya pasti akan jatuh hati pada pandang pertama. Pria tampan itu kini sudah berdiri di depan Aubrey.

Morning, cantik. Kok kaget gitu sih mukanya. Happy anniversary setahun sama aku sayang,” ujar Kale sambil memberikan buket bunga yang lumayan cukup besar.

“Cantik banget bunganya. Terima kasih ya sayangku,” jawab Aubrey sambil menerima buket bunga itu.

Sial! Aubrey benar-benar lupa kalau hari ini tanggal 28 Agustus, hari jadinya dengan Kale. Tak terasa, sudah satu tahun ia menjalin hubungan dengan pria itu. Kale Affandi adalah tipe pria yang sangat meyayangi Aubrey apa adanya, bahkan selalu membangga-banggakannya di depan teman-teman dan keluarganya. Sesuai dengan arti nama Kale, yaitu manusia bebas, ia memiliki kehidupan serba bebas yang kadang membuat Aubrey kelelahan mengikuti gaya hidupnya. Namun, hal itu tidak menggoyahkan rasa cintanya terhadap Kale. Aubrey sangat mencintai Kale, tanpa alasan kenapa, tanpa tanda koma, tanpa kata hubung “tapi”, dan hanya diakhiri dengan tanda titik.

Ngapain sih masih mikirin Apollyon, kan gue udah bahagia sama Kale. Aubrey berdecak kesal dalam hati.

Memang begitu, kehidupan selalu penuh tanda tanya. Pertemuan dan perpisahan merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan jika ingin menjalin hubungan dengan orang lain. Tiap orang yang pernah hadir dalam hidup, hati, dan pikiran kita, tentunya menempatkan dirinya pada suatu ruangan khusus di otak bernama hipokampus. Hipokampus merupakan bagian kecil di otak yang berperan penting dalam mengingat memori. Kenangan tidak bisa serta merta dilupakan begitu saja. Hal itu selalu ada, di sana. Tetap ada untuk selamanya, diam dan tertanam.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *