Foto: entertainment.ie

INSIDIOUS : THE LAST KEY
Sutradara         : Adam Robitel
Penulis              : Leigh Whannell
Produser          : Jason Blum
                            Oren Peli
                             James Wan
Pemain             : Lin Shaye
                            Angus Sampson
                            Leigh Whannell
Durasi               : 103 menit

 

 

Film garapan sutradara Adam Robitel ini bercerita mengenai Ahli Parapsikologi, Elise Rainer (Lin Shaye) membantu orang-orang yang rumahnya dihuni oleh roh jahat. Dalam melaksanakan misi menghadapi roh-roh jahat, Elise dibantu oleh dua rekannya yaitu Tucker (Angus Sampson) dan Specs (Leigh Whannell). Sebenarnya rencana awal film ini akan ditayangkan diseluruh bioskop Indonesia pada saat mendekati hari halloween tetapi film yang berdurasi 103 menit ini harus “mengalah” pada film horor lainnya yaitu Half of Death. Sehingga, penayagan yang dijadwalkan semula bulan oktober 2017 mundur menjadi januari 2018. Film Insidious ini beralur mundur. Jika diurutkan dengan alur maju yang pertama adalah Insidious 2, kedua Insidious 3, ketiga Insidious : The Last Key, dan yang terakhir Insidious.

Film Insidious 4 ini berbeda dengan Insidious sebelumnya, dalam film ini secara spesifik berfokus kepada kisah kehidupan pribadi Elise. Ketika misteri mengerikan yang terjadi pada saat masa kecilnya. Sosok hantu yang ditampilkan juga berbeda dengan franchise film Insidious lainnya. Hantu kali ini memiliki jari berbentuk kunci yang bisa mengunci suara. Sehingga saat seseorang ketakutan dan berteriak, suaranya tidak bisa didengar oleh orang lain. Akan tetapi, Insidious : The Last Key tidak begitu seram jika dibandingkan dengan film film Insidious yang sebelumnya.

Sejak kecil Elise sudah mempunyai penglihatan indera keenam. Namun, ayahnya tidak percaya dengan kelebihan anaknya itu, dan menganggapnya berhalusinasi. Akibatnya Ayahnya selalu memberikan hukuman dengan cara memukulnya jika Elise mengaku melihat hantu. Suatu ketika, saat dihukum Elise tanpa sengaja membuka “Pintu Merah”. Pintu Merah ini merupakan sebuah pintu yang membuat kekuatan jahat yang tak seharusnya masuk ke dunia manusia terkunci didalamnya. Hal tersebut meninggalkan trauma bagi Elise hingga usia senjanya. Trauma ini jadi benang merah cerita film keempat, dimulai saat Elise ditelepon seseorang yang mengaku diganggu roh jahat dirumahnya yang ternyata rumah tersebut adalah rumah masa kecil Elise. Disinilah petualangan horror Elise dimulai yang nantinya membuat dia kembali lagi ke dunia “Further” atau disebut juga dengan alam setelah kematian antara surga dan neraka.

Foto: http://cdn.collider.com

Disisi lain, Insidious : The Last Key membuat kita terhibur dengan adanya adegan dan tingkah laku konyol Tucker dan Specs serta adegan yang membuat kita terharu diakhir film. Meski seluruh  film ditulis oleh orang yang sama, yaitu Leigh Whannell. Namun dilihat dari kerapian misteri, film ini lebih baik dari seri kedua dan ketiga. Bisa dibilang, Insidious : The Last Key menyamai keasyikan cerita difilm yang pertama.

Insidious : The Last Key pun lalu berakhir antiklimaks. Saking antiklimaksnya untuk ukuran film horor, penonton jadi bertanya-tanya, apakah film Insidious benar-benar sudah berakhir. Sebuah pertanyaan yang menyimpan harapan tersembunyi agar film jangan selesai dulu. Karena dengan awalan yang apik dan sangat menjadi perhatian, film ini seharusnya bisa diakhiri dengan lebih memuaskan. Inti dari film ini adalah kepercayaan dan kasih sayang sangatlah penting dalam sebuah keluarga. (Oleh: Armeraliesty Kusuma Manggarensi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *