Sumber gambar: ebooks.gramedia.com

Halo, guys! Kali ini, aku akan mengupas buku self improvement karya Fellexandro Ruby. Buku ini berjudul You Do You: Discovering Life Through Experiments & Self-Awareness. Jika saat ini kamu sedang mengalami fase quarter life crisis dan ingin keluar dari fase itu dengan mengembangkan diri, buku best seller yang terbit di tahun 2020 ini akan sangat cocok dengan kondisimu.

Sebelum membuka buku ini, pada bagian depan terdapat cover yang berwarna dominan putih, abu-abu, dan hitam. Dengan gambar dan tulisan bergaya doodle yang sangat keren, memberi kesan bahwa buku ini akan sangat menyenangkan. Hal itu memang benar, tulisan di dalamnya memang sangat menarik sebab pemilihan font yang unik dan terdapat ilustrasi yang tidak akan membuat para pembaca jenuh.

You Do You merupakan buku yang berisikan tentang pengembangan diri. Dengan membawa alur dan kisah dari penulis, buku ini berisi banyak contoh problem yang sangat mendukung penyampaian isinya kepada pembaca. Di dalamnya terdapat 5 bab, yaitu Bertemu dengan Diri Sendiri, Bertemu dengan Ikigai, Designing Your Life, Building Your New Net Worth, dan Principles. Dengan 5 bab utama dan beberapa subbab, buku dengan tebal sekitar 200 halaman ini benar-benar worth to read.

Saat membaca buku self improvement ini, kepala kita akan terasa sangat enteng dan membuat kita antusias untuk membacanya. Buku ini disajikan dengan bahasa anak muda zaman sekarang ketika sedang mengobrol dan diskusi santai. Ditulis dengan kata sapaan gue dan lo,  kemudian dicampur dengan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris di dalamnya. Meskipun terkesan campuran, pemilihan kata-kata dari dua bahasa tersebut sangat mengalir dan mudah untuk dipahami. Selain itu, hal ini membuat kita bisa meningkatkan bahasa Inggris plus bisa mengoleksi quotes keren dalam bahasa Inggris.

Sumber gambar: ebooks.gramedia.com

Salah satu bab yang mungkin asing bagi sebagian orang namun sangat menarik untuk dibaca ialah mengenai Ikigai. Ikigai ini berasal dari bahasa Jepang yang berarti the purpose of life atau tujuan hidup. Sebuah prinsip hidup orang-orang Jepang, berupa kebahagiaan kecil dalam keseharian yang dalam jangka panjang akan membuat hidup lebih bermakna. Ikigai ini digambarkan dengan diagram venn yang terdiri dari what you love, what you are good at, what you can be paid for, dan what the world needs. Nampaknya, prinsip Ikigai dalam buku You Do You ini sangat cocok untuk kita terapkan agar bisa lebih memahami diri.

Lalu, pada bagian akhir di tiap bab utama terdapat bagian “Ternyata…” yang berisi sekitar dua halaman kosong.  Di bagian ini kita bisa mengisinya dengan rangkuman apa saja yang kita pelajari dari bahasan bab tersebut. Selain itu, di halaman itu terdapat barcode yang ketika kita scan akan menampilkan sumber dari bahasan bab tersebut, jadi mirip sama jurnal ilmiah gitu yang ada sitasinya.

Terbukti, Ruby benar-benar maksimal dalam menulis You Do You ini dengan menyertakan link-link artikel risetnya. Walaupun rekomendasi link referensi untuk belajar lebih lanjut terbilang tidak cukup banyak, namun sebenarnya isi dari buku ini sendiri sudah lebih dari cukup untuk membuat kita lebih sadar dan paham tehadap diri kita.

Selain scan barcode, uniknya lagi buku You Do You ini juga mengajak kita untuk melakukan sebuah tes yang linknya juga terdapat di dalam buku ini. Tes ini mirip seperti tes kepribadian, yang mana tujuannya agar kita bisa explore supaya bisa lebih mengetahui diri kita sendiri. Setelah membaca buku ini dan mengerjakan link tes yang ada di dalamnya, kita akan bisa tahu beberapa hal mengenai diri kita. Misalnya metode belajar apa yang cocok untuk dilakukan, apakah visual, audio, read-write, atau kinesthetic.

Berbekal berbagai macam keunggulan, buku self improvement ini cocok untuk dibaca oleh semua kalangan. Dengan ilustrasi yang beragam dan unik, bahasa yang sederhana, serta adanya barcode pada setiap akhir bab yang berisi tautan referensi mampu menjadi daya tarik bagi pembacanya. Ketika membaca buku ini, kita tidak akan terasa sedang membaca deret kalimat yang membosankan. Buku ini justru seperti seorang kakak yang sedang memberikan wejangan pada adiknya atau seorang teman mengajak makan siang lalu bercerita tentang kehidupannya yang menginspirasi. Isi dalam buku ini benar-benar dapat membantu kita berefleksi ke arah mana kita harus berjalan untuk bisa menemukan “the real you”.

Penulis: Septiawan Rizki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *