Oleh: Dytia Shafa

Sumber gambar: jawapos.com

Piala Sudirman atau yang lebih sering dikenal dengan Sudirman Cup merupakan kejuaraan yang digelar dua tahun sekali di bawah naungan Badminton World Federation (BWF). Turnamen ini mempertandingkan tim beregu campuran dengan nomor pertandingan tunggal putri, tunggal putra, ganda putri, ganda putra, dan ganda campuran. Kejuaraan ini tidak memperebutkan hadiah uang. Para pemain bulu tangkis hanya bertanding untuk membela negara mereka dan memperoleh poin peringkat BWF.

Piala Sudirman pertama diselenggarakan atas inisiatif Indonesia. Nama Sudirman yang dimaksud bukanlah Jenderal Soedirman sang pahlawan nasional Indonesia, melainkan Dick Sudirman yang merupakan tokoh besar yang sangat berjasa bagi bulu tangkis nasional. Ia adalah bapak bulu tangkis Indonesia yang juga menjadi salah seorang pendiri Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Ia juga tercatat sebagai sosok Ketua Umum PBSI terlama yang pernah menjabat, yakni selama 22 tahun.

Tak hanya di dalam negeri saja, ia pun pernah berjasa dalam mempersatukan federasi bulu tangkis dunia yang sempat terpecah pada tahun 1978, yaitu antara BWF dan International Badminton Federation (IBF). Baru pada tahun 1981, kedua organisasi itu bisa disatukan menjadi BWF.

Sebelumnya, nama Sudirman sudah pernah diusulkan untuk menjadi nama kejuaraan beregu nomor pertandingan tim putra. Namun, hingga Dick Sudirman meninggal, ia tidak pernah setuju dengan adanya usulan tersebut. Setelah Sudirman berpulang, sahabatnya sekaligus wakil ketua umum PBSI tahun 1968 yaitu Suharso Suhandinata, kembali mengusulkan Sudirman menjadi nama kejuaraan.

Cara yang dilakukan oleh Suhandinata saat itu ialah dengan mengirimkan surat secara diam-diam kepada tokoh yang tergabung dalam IBF. Setelah banyaknya suara yang menyetujui Sudirman menjadi nama kejuaraan, selanjutnya diputuskan bahwa Piala Sudirman menjadi kejuaraan beregu campuran. Hal ini terjadi karena pada saat itu di Eropa terdapat kejuaraan yang mempertandingkan nomor beregu campuran dan memiliki banyak peminat.

Piala dari kejuaraan ini pun sangat familier dengan Indonesia. Di bagian kepala piala terdapat miniatur Candi Borobudur, tempat bersejarah di Indonesia yang termasuk dalam tujuh keajaiban dunia. Dilansir dari bwfsudirmancup.bwfbadminton.com, piala tersebut terbuat dari perak yang berlapis emas 22 karat, tingginya 80 cm, berat 600 gram, dan badan piala berbentuk seperti shuttlecock. Bagian bawahnya berupa alas segi delapan yang melambangkan arah mata angin dan terbuat dari kayu jati terbaik. Piala tersebut dirancang oleh Rusnadi dari Fakultas Seni Rupa di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Sumber gambar: enciety.co

Sudirman Cup pertama kali digelar pada tahun 1989 dan diselenggarakan di Istora Senayan, Gelora Bung Karno (GBK). Kejuaraan ini berlangsung dari tanggal 24 sampai 29 Mei 1989 dan diikuti oleh 28 negara. Saat itu, Indonesia sebagai tuan rumah berhasil menyabet gelar dengan mengalahkan Korea Selatan dengan skor 3-2. Setelah kejuaraan pertama tersebut, Indonesia tidak pernah memenangkan gelar Sudirman Cup lagi.

Kejuaraan bergengsi ini hanya pernah dimenangkan oleh tiga negara saja, yaitu China sebagai pemegang gelar sebanyak 11 kali, disusul oleh Korea Selatan sebanyak 4 kali, dan Indonesia sebagai negara asal turnamen ini diadakan hanya berhasil mendapatkan 1 gelar saja. Setelahnya, Indonesia hanya berhasil di beberapa babak final dan semifinal saja. Pencapaian terburuknya yaitu pada tahun 2017, di mana Indonesia tidak berhasil lolos dari group stage.

Menyambut penyelenggaran Piala Sudirman ke-17 pada 23 September sampai 3 Oktober 2021 mendatang, Indonesia yang merupakan negara seeds ¾ ditargetkan dapat membawa pulang kembali Piala Sudirman yang sudah 32 tahun melanglang buana. Target tersebut diberikan oleh Rionny Mainaky, selaku Kepala Bidang Pembinaan Prestasi PBSI, yang mengungkap bahwa prinsip dari mengikuti suatu kejuaraan targetnya haruslah juara. Semoga Piala Sudirman yang dirindukan masyarakat Indonesia kali ini dapat pulang ke kampung halamannya.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *